Apa Bedanya Sablon Rubber, Plastisol, dan DTG? Yuk Cari Tahu!

Buat kamu yang lagi ingin bikin kaos sablon, pasti sempat bingung saat ditanya: “Mau pakai sablon rubber, plastisol, atau DTG?” Tenang, kamu nggak sendirian! Banyak orang juga belum paham betul perbedaan dari ketiga jenis sablon ini.

Supaya nggak salah pilih, yuk kita bahas satu per satu secara simpel dan mudah dipahami!

1. Sablon Rubber

Apa itu sablon rubber?
Sablon rubber adalah jenis sablon berbasis air yang paling sering dipakai di Indonesia. Hasilnya elastis, lembut di tangan, dan bisa menutup permukaan kain dengan baik.

Kelebihan sablon rubber:

  • Harga lebih murah

  • Tahan lama

  • Cocok untuk kain warna gelap

  • Bisa disetrika langsung

Kekurangannya:

  • Warna agak cepat pudar kalau sering dicuci

  • Kurang cocok untuk desain super detail

Cocok untuk siapa?
Kalau kamu bikin kaos promosi, komunitas, atau distro rumahan, sablon rubber sudah cukup oke.

2. Sablon Plastisol

Apa itu sablon plastisol?
Sablon plastisol berbahan dasar minyak dan sering dipakai di industri fashion kelas menengah ke atas. Hasilnya tajam, warnanya keluar banget, dan awet.

Kelebihan sablon plastisol:

  • Kualitas tinggi

  • Warna tajam dan tahan lama

  • Cocok untuk desain detail seperti gradasi dan tipografi kecil

Kekurangannya:

  • Tidak bisa disetrika langsung (bisa lengket atau rusak)

  • Harga lebih mahal

  • Harus dikeringkan dengan mesin khusus (heat press)

Cocok untuk siapa?
Kalau kamu ingin hasil premium, seperti kaos brand clothing, pilih plastisol.

3. Sablon DTG (Direct to Garment)

Apa itu sablon DTG?
DTG adalah metode sablon digital langsung ke kain menggunakan printer khusus. Hasilnya seperti cetak foto langsung di kaos.

Kelebihan sablon DTG:

  • Bisa cetak desain full color tanpa batasan

  • Cocok untuk desain foto atau ilustrasi kompleks

  • Tidak ada batasan minimum order (bisa satuan)

Kekurangannya:

  • Lebih mahal per kaos (terutama untuk satuan)

  • Hasil bisa cepat pudar kalau salah cara mencuci

  • Hanya cocok untuk bahan katun 100%

Cocok untuk siapa?
Kalau kamu pengen desain unik, full color, atau ingin produksi satuan, DTG adalah pilihan terbaik.

Baca juga: Hasil Sablon Cepat Luntur? Ini Penyebab dan Solusinya

Jenis Sablon Kelebihan Kekurangan
Rubber Murah, elastis, tahan lama Warna cepat pudar
Plastisol Warna tajam, tahan lama Tidak bisa disetrika langsung
DTG Bisa cetak desain rumit/full color Lebih mahal, cepat pudar

Jadi, bedanya sablon rubber, plastisol, dan DTG itu terletak pada bahan, hasil akhir, dan ketahanan. Tinggal sesuaikan saja dengan kebutuhan dan budget kamu.

Related Article

7 Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Pesan Kemeja Custom dan Cara Menghindarinya

Kemeja custom menjadi pilihan favorit bagi perusahaan, komunitas, sekolah, hingga organisasi karena mampu menciptakan tampilan yang rapi, profesional, dan....

Mengapa Jas Almamater Berkualitas Penting untuk Identitas Kampus?

Jas almamater bukan sekadar pakaian resmi mahasiswa. Lebih dari itu, jas almamater menjadi simbol identitas, kebanggaan, dan rasa memiliki....

Perbedaan Bordir dan Sablon: Mana yang Lebih Cocok untuk Seragam?

Saat membuat seragam untuk perusahaan, komunitas, sekolah, maupun organisasi, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, lebih baik menggunakan....

Scroll to Top